Bisnis

Anggaran UPTD Ayam Petelur Rp 26,8 M, Konstribusi PAA Hanya Rp 3,7 M

Ilustrasi. Foto: Net

Banda Aceh, – Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan Aceh mengelola dua peternakan ayam ras petelur untuk memenuhi kebutuhan telur di Aceh. Pengelolaannya dilakukan dibawah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), yang berlokasi di Blang Bintang dan Saree, Kabupaten Aceh Besar.

Keberadaan peternakan ayam petelur itu pada kenyataanya belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh sendiri. Saat ini, telur dari provinsi tetangga Sumatera Utara, masih mendominasi slot-slot pasar yang tersebar di 23 kabupaten atau kota di Aceh.

Pengelolaan peternakan milik pemerintah daerah tersebut bisa dikatakan sebagai salah satu cara yang ditempuh, agar secara perlahan Aceh dapat mengurangi ketergantungan pemenuhan salah kebutuhan pokok tersebut. Tentu nawaitu itu harus diapresiasi, sekaligus harus diawasi sebab menggunakan anggaran negara.

Dalam dua tahun terakhir saja, terdapat puluhan miliaran rupiah uang negara yang dibelanjakan untuk membeli pakan ternak ayam ras petelur itu, baik peruntukkan di UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Blang Bintang maupun Saree.

Berikut ini merupakan hasil penelusuran yang dilakukan Tim Litbang AJNN dan dikemas dalam bentuk rekapitulasi belanja pengadaan pakan dan sarana prasarana di peternakan UPTD BTNR Blang Bintang dan Saree. Agar lebih mudah dipahami, dibagi berdasarkan tahun.

Tahun 2018, Berdasarkan data di laman SiRUP LKPP dan LPSE, Disnak Aceh menganggarkan Rp 13,3 miliar untuk pembelian pakan ternak ayam ras petelur itu. Anggaran itu diperuntukkan untuk pengadaan suplemen obat-obatan, vaksin dan feed suplement ayam ras petelur layer dengan pagu Rp 400 juta.

Pengadaan bahan baku pakan layer ayam ras petelur dengan pagu Rp 618 juta. Pengadaan Egg Tray dengan pagu Rp 577 juta. Pengadaan pakan grower ayam ras petelur Saree dan Pengadaan pakan prelayer ayam ras petelur Saree dengan pagu Rp 628 juta. Pengadaan pakan layer produktif ayam ras petelur Saree dengan pagu Rp 675 juta.

Lalu, Pengadaan pakan grower ayam ras petelur Blang Bintang dan Pengadaan pakan prelayer ayam ras petelur Blang Bintang dengan pagu Rp 885 juta. Pengadaan pakan layer produktif ayam ras petelur Blang Bintang dengan pagu Rp 4,1 miliar. Pengadaan pullet ayam ras petelur Blang Bintang dengan pagu Rp 2,2 miliar.

Kemudian, pengadaan pullet ayam ras petelur Saree dengan pagu Rp 1,6 miliar. Pengadaan pakan layer ayam ras petelur Bl Bintang dengan pagu Rp 866 juta. Ada yang menarik, saat AJNN melakukan penelusuran di laman SiRUP LKPP ditemui dua paket pekerjaan yang sama, namun memiliki nomor Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan jumlah anggaran yang berbeda (duplikasi kegiatan).

Pekerjaan tersebut yaitu Pengadaan pakan grower dan pakan Prelayer ayam ras petelur Saree dengan kode RUP 18022164. Pagu anggaran paket pekerjaan ini sebesar Rp 615 juta dengan volume kegiatan 82 ribu ton. Sementara, paket pengadaan yang sama seperti yang disebutkan diatas memiliki kode RUP 18075026.

Kemudian, tahun anggaran 2019, Disnak Aceh kembali menganggarkan Rp 26,9 miliar untuk pengadaan pakan dan peningkatan sarana dan prasarana di kedua peternakan ayam ras petelur itu. Anggaran tersebut dipergunakan untuk beberapa kegiatan sebagai berikut:

Pengadaan bahan baku pakan ayam ras petelur UPTD BTNR dengan pagu Rp 1,2 miliar. Pengadaan pakan layer ayam ras petelur UPTD BTNR dengan pagu Rp 1,4 miliar. Pengadaan Egg Tray dengan pagu Rp 1,1 miliar. Pembangunan Instalasi Penampung air bersih UPTD BTNR Blang Bintang dengan pagu Rp 100 juta.

Setelah itu, pekerjaan rehab tempat pakan dan minum kandang ayam Blang Bintang dengan pagu Rp 153 juta. Pengadaan antibiotik, vitamin, egg simultan dan vaksin untuk ayam ras petelur dengan pagu Rp 150 juta. Pengadaan insektisida, disinfektan, herbisida dan penghilang bau kandang ayam ras petelur dengan pagu Rp 140 juta.

Selanjutnya, Disnak Aceh juga melakukan pengadaan pallet plastik untuk UPTD BTNR itu, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 150 juta. Kemudian, dalam laman SiRUP LKPP juga terdapat anggaran pengadaan tambahan pakan layer ayam ras petelur UPTD BTNR dengan alokasi anggaran sebesar Rp 22,5 miliar.

Kendati puluhan miliar rupiah sudah dikucurkan, namun peternakan itu belum cukup mampu memenuhi target yang ingin dicapai. Selain belum mampu memenuhi kebutuhan telur di Aceh, peternakan milik pemda itu juga belum memberi sumbangsih yang signifikan bagi penerimaan asli Aceh (PAA).

Berdasarkan informasi yang diperoleh AJNN, untuk 2018, target PAA dari retribusi penjualan produksi usaha daerah sebesar Rp 4,5 miliar dengan realisasi Rp 9,7 miliar. Kemudian, di tahun 2019, target PAA dari retribusi penjualan produksi usaha daerah sebesar Rp 8,8 miliar, namun realisasinya hanya Rp 3,7 miliar saja.

Terkait realisasi hasil penjualan telur ayam tahun 2018 pada UPTD BTNR juga terkonfirmasi berdasarkan hasil laporan audit dari BPKP perwakilan Aceh, hal ini terungkap dalam dakwaan kasus korupsi penjualan telur ayan ras pada UPTD BTNR, dimana penerimaan hasil penjualan telur ayam tahun 2016 sebesar Rp 846 juta lebih.

Sementara tahun 2017 hasil penjualan sebesar Rp 668 juta lebih sedangkan tahun 2018 sebesar Rp 11 miliar lebih. Sementara penyetoran hasil penjualan telur ayam tersebut ke kas daerah di tahun 2016 sebesar Rp 85 juta, tahun 2017 Rp 60 juta dan tahun 2018 sebesar Rp 9,7 miliar lebih.

AJNN sudah mencoba meminta tanggapan Kepala Dinas Peternakan Aceh, Rahmandi, terkait penyebab rendahnya penerimaan PAA dari retribusi hasil penjualan telur ayam ras di UPTD BTNR itu. Namun hingga berita ini ditayangkan, Rahmandi belum memberikan respon.[]

 

Sumber: Ajnn.net

 

To Top