Peristiwa

Janda Lima Anak Asal Pidie diamuk gajah liar, Sampaikan Ini kepada Gajah

Tarbiah yang masih terbaring di RSUD Tgk Abdullah Syafii, Beureunuen, Minggu (27/9/2020).

Sigli, Tarbiah (53) janda miskin warga Teufah Jeulatang, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie nyaris tewas diamuk gajah liar di pengunungan kawasan itu.

Korban sempat meminta ampun kepada poe meurah (panggilan untuk gajah) kala tersungkur di depan hewan bertubuh besar itu usai jatuh dari sepeda motornya.

Menurut penuturan Tarbiah, Sabtu, 26 September 2020, sekira pukul 14.30 WIB ia bersama Nazirah (19) anak perempuannya, hendak ke kebun rencananya akan memanen coklat.

“Dengan menggunakan sepeda motor, saya dengan anak saya rencana mau memetik coklak di kebun,” ucap Tarbiah yang masih terbaring di RSUD Tgk Abdullah Syafii, Beureunuen, Minggu (27/9/2020).

Di tengah perjalanan, Tarbiah terkejut dan mendadak mengentikan laju kendaraan setelah melihat seekor gajah ukuran besar berbaring di tengah jalan.

Keduanya pun terjatuh dari motor. Tarbiah tersungkur persis di bawah perut gajah, sementara anaknya terpental ke sisi lain.

“Kaplueng neuk, bah mak yang deng inoe (Lari nak, biar ibu yang menghadapi gajah ini),” cerita Tarbiah sembari menutup mata.

Tidak lama, gajah itu bangun dan meronda-ronta sembari berteriak di samping tubuh Tarbiah yang lusuh yang tersungkur di tanah.

Sementara anaknya dengan berat hati meninggalkan sang ibu untuk meminta pertolongan warga.

“Saat gajah itu bangun, kaki kanan saya terinjak gajah,” sambungnya.

Tarbiah bahkan sempat berfikir di dalam hati, bahwa sore itu hidupnya akan berakhir. Apalagi setelah kaki kananya tidak bisa lagi digerakkan.

Ia melihat, gajah besar itu sangat marah.

Karena tidak lagi punya kuasa menghindar, mulut Tarbiah terus menerus memohon ampun kepada sang gajah agar dilepas dari amukannya, karena masih menanggung nafkah lima anaknya.

“Ampoen teungku rayek, bek neupeumate loen disino, hana soe bie bu limeng droe anuek yatim di rumoh (ampun gajah, jangan matikan saya disini, karena tidak ada yang menafkahi lima anak saya yang sudah yatim di rumah),” ucap Tarbiah yang masih terisak.

Permohonan itu sepertinya didengar sang gajah, poe meurah pelan-pelan meninggalkan Terbiah.

Tidak lama kemudian seorang warga berusaha menolong korban, Tarbiah yang merintih kesakitan dilarikan ke RSUD Tgk Abdullah Syafii Beureunuen.

“Alhamdulillah saya selamat, cuma kaki harus dioperasi dan harus istirahat,” katanya.

Seperti diketahui, Tarbiah merupakan seorang janda miskin di Gampong Teufah Jeulatang, Glumpang Tiga, Pidie

Setelah ditinggal mati suaminya Zakaria sekitar lima tahun lalu, ia harus mengambil alih tulang punggung kaluarga untuk menafkahi lima anaknya seorang diri.

[]

Sumber: Beritakini.co

To Top