Peristiwa

Sungai meluap, Banjir capai 1,5 meter landa Aceh Utara

Banjir di Aceh Utara (ANTARA/HO)

Lhoksukon, – Banjir akibat meluapnya sungai di Kabupaten Aceh Utara, mengenangi sejumlah gampong (desa) di Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli, Lhoksukon dan Cot Girek, di beberapa lokasi ketinggian airnya mencapai 1, 5 meter, Selasa (15/6).

Meluapnya Krueng Pirak dan Krueng Peuto yang ada di empat kecamatan itu disebut karena intensitas hujan tinggi di pegunungan (kabupaten tetangga) yang diperparah hujan lokal malam tadi.

“Di gampong kami air mulai memasuki pemukiman penduduk sejak tadi pagi, kabarnya di atas (gunung) hujan deras sekali tadi malam mengakibatkan Krueng Pirak meluap,” kata Ketua Pemuda Gampong Siren, Kecamatan Matangkuli, Bustanul Hakiki, Selasa.

Akibatnya ratusan rumah ikut terendam, kemudian ruas jalan di beberapa lokasi kawasan Matangkuli juga dilaporkan ikut tergenang dengan ketinggian air di atas badan jalan mencapai satu meter.

“Di jalan kawasan Siren, airnya sekitar 1 meter lebih, apalagi kalau di rumah penduduk misalnya yang datarannya agak rendah maka bisa mencapai 1,5 meter,” kata Bustanul menerangkan.

Meski demikian, tambah dia, warga di desanya masih bertahan di rumah masing- masing sedari menjaga harta benda, pun demikian jika airnya terus bertambah tidak tertutup kemungkinan warga akan mengungsi juga.

Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Aceh Utara Mukhtaruddin yang ikut turun untuk melakukan pendaataan di kawasan Kecamatan Pirak Timu menyebut kondisi banjir di sana juga merendam ratusan rumah dalam beberapa gampong dan airnya saat ini terus bertambah.

“Ada sejumlah gampong yang dilaporkan oleh Tim Reaksi Cepat IPSM Aceh Utara terendam banjir baik di Pirak Timu maupun Matangkuli dan Lhoksukon, dan saat ini kami bersama Ketua IPSM Pirak Timu Irfan dan anggotanya sedang berada di lokasi (Pirak Timu) untuk melakukan pendataan,” kata Mukhtaruddin.

Berdasarkan data itu, tambah Muhktaruddin, banjir di antaranya merendam Gampong Alue Bungkoh, Menye Tujuh, Tanjong Sereukui, Teupin Ue, Ceu Meucoeut, Leupe, Matang Keh, Rayek Panye, Bungong, Glumpang, Hasan Krueng Kreuh, Beuracat Rata dan Trieng Krueng Kreuh di Kecamatan Pirak Timu.

Untuk Kecamatan Matangkuli, tambahnya, banjir itu merendam di antaranya Gampong Tanjong H Muda, Lawang, Siren, Munye Pirak, Cebrek Pirak, Beuringen Pirak, Tengoh Pirak, Alu Tho, Hagu, Meuria, Tumpok Barat, Alue Euntok, Tanjong Tgk Kari, Teungoh Seulemak dan sejumlah gampong lainnya.

Sementara Camat Lhoksukon Saifuddin juga mengatakan, akibat meluapnya  Krueng Peuto menyebabkan sejumlah gampong ikut terendam banjir di kawasan itu, namun kondisinya tidak separah yang terjadi seperti di kawasan Matangkuli dan Pirak Timu.

Banjir tersebut di antaranya melanda kawasan Gampong Dayah LT, Krueng LT, Kumbang LT, Buloh, Meucat dan Rayeuk Rawa, Gampong Jok LT, Meunasah Nga LT, Babah Geudubang, Meunasah Tuha, Meunasah Meuria, Meurebo dan Gampong Geulumpang.

Ruas jalan lintas Kecamatan Lhoksukon- Cot Girek di beberapa lokasi, airnya dilaporkan juga menyeberangi badan jalan, namun masih bisa dlintasi kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Di Kecamatan Cot Girek, banjir luapan Krueng Peuto dilaporkan ikut merendam di antaranya Gampong  U Baro.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Amir Hamzah belum bisa dimitai keterangan terkait kondisi bencana di daerah itu, beberapa kali dihubungi via handphone belum tersambung.

[]

To Top