Aceh

Tiyong Serang Plt Gubernur Aceh Masalah Pribadi, Psikolog: Itu Sangat Tidak Baik

Psikolog, Endang Setianingsih. Foto: For AJNN

Banda Aceh, – Anggota DPRA, Samsul Bahri alias Tiyong mempertanyakan posisi Yuyun Arafah yang diduga sudah menjadi istri muda Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Bahkan, permasalahan itu masuk dalam daftar 16 pertanyaan yang masuk ke hak interpelasi DPRA.

Ketika menjawab 16 pertanyaan dalam sidang paripurna DPRA tentang mendengarkan jawaban atas interpelasi tersebut, Nova Iriansyah memang tidak menjawab pertanyaan terkait status dengan Yuyun.

Menurutnya itu merupakan masalah pribadi yang tidak bisa dijawab di depan publik. Namun, orang nomor satu di Aceh akan menjawab pertanyaan itu apabila terus didesak, tapi ia akan menjawab melalui surat.

Tak puas mendengarkan jawaban Nova Iriansyah, Tiyong kembali mempertanyakan dalam paripurna itu.

Suasana DPRA sempat riyuh ketika Tiyong dengan bersemangat menyampaikan permasalah Yuyun yang diduga ikut menikmati fasilitas negara.

AJNN mencoba mewawancarai salah seorang psikolog, Endang Setianingsih, mengenai psikologi seseorang yang mempertanyakan masalah pribadi depan umum.

Psikolog dari Rumah Pelayanan Psikologi (RLP), itu mengungkapkan dalam psikologi ada yang disebut sikap agresivitas
fisik. Nah sikap agresivitas itu sendiri ada dua, yaitu verbal dan fisik.

Ia menjelaskan seperti teori yang diungkapkan oleh Brigham, menyatakan bahwa yang namanya agresitivitas merupakan sebuah tingkah laku yang memiliki tujuan menyakiti orang yang tidak ingin disakiti, baik itu secara fisik, maupun secara psikologis.

“Agresivitas itu sendiri merupakan perilaku sosial dan sebenarnya hal ini perlu dipelajari lagi lebih dalam,” ujarnya.

Karena, kata Endang, agresivitas itu sendiri dapat diartikan, secara umum adalah  merupakan sebuah bentuk dalam sebuah perilaku yang memiliki tujuan untuk menyakiti seseorang.

“Dalam hal ini menyakiti bisa secara psikis, kalau saya melihat dengan kata-kata yang di ucapkan. Dan itu jelas sangat tidak baik,” ujarnya.

Menurutnya perilaku agresif secara psikologis berarti kecenderungan, keinginan menyerang kepada seseorang yang dipandang sebagai hal yang menghalangi atau menghambat apa yang diilakukan, sehingga timbul sikap agresi tersebut.

“Pelampiasan sebuah agresi dimana dapat mewakili sebuah kemarahan dan juga adanya agresi yang dialihkan ke berbagai ekspresi,” ujarnya.

Untuk itu, kata dosen Unmuha itu, level pengendalian diri memang harus dilakukan secara baik, sehingga saat sedang marah pun masih bisa berlaku tenang.

[]

To Top